Sabtu, 19 Januari 2013
Berapa banyak waktu yang tersisa?
Kamis, 17 Januari 2013
Lingkungan Menentukan Kita
Rabu, 16 Januari 2013
Kebiasaan menentukan masa depan
Jumat, 14 September 2012
perbedaan kebiasaan
kira2 manakah yang sepuluh tahun kemudian siapakah yang akan lebih besar pengaruhnya untuk perubahan peradaban...???
Allah memerintahkan kepada kita untuk menjadi manusia yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain. maka ketika saat ini kontribusi kita pada perubahan peradaban cuma sedikit takutlah karena mungkin kita tidak bisa menjadi manusia terbaik.
Rabu, 05 September 2012
Jadilah Yang Terbaik
rata-rata adalah kata yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi yang kebanyakan dimiliki orang.
sebagai orang indonesia jadilah yang diatas rata-rata sedikit saja maka akan kita dapati diri kita di kemudian hari berada jauh diatas kebanyakan orang. apa kita mau seumur hidup menjadi rata-rata yang keberadaan kita tidak pernah diperhatikan oleh yang lainnya.???
tapi sadarilah tujuan yang mulia lebih penting untuk kita tancapkan sebelum kita mulai proses perjalanan mencapai tujuan tersebut.
1. tujuan yang pertama adalah untuk ibadah kepada Allah Dzat yang telah menciptakan kita dan menempatkan kita di dunia.
2. buatlah bangga orang tua kita
3. buatlah bangga keluarga kita terutama pendamping hidup kita dan anak-anak kita
berusahalah sebaik mungkin hari ini atau kamu hanya menjadi kebanyakan orang dikemudian hari. yang hanya bisa melihat kesuksesan orang lain tanpa bisa menunjukkan keberhasilan kita pada orang lain.
lanjut lagi besok
semoga kita menjadi manusia yang bermanfaat untuk sebanyak-banyaknya makhluk Allah..
amin
Selasa, 27 Maret 2012
Keajaiban Merenung Dalam Keadaan Tenang
Ketenangan dan kedamaian terjadi saat diri seseorang berada dalam kondisi Alfa. Di sinilah zona ilahi, zona ikhlas, zona pas menyerahkan segala urusan pada Sang Maha. Seringlah berkunjung zona ini. Tenang, damai.
Tingakt optimum untuk otak berpikir adalah 10 Hz (Alfa), yang merupakan frekuensi optimum untuk melatih kecerdasan semua indra manusia dan pintu masuk ke hati (bawah sadar). Hanya 10% yang sanggup berpikir di frekuensi ini secara alami, selebihnya perlu dilatih untuk itu. Jose Silva, founder Silva Mind Method.
Simaklah ucapan Dr. F Noah Gordon; gelombang Alfa adalah kondisi rileks yang merupakan “rumah pembelajar sebenarnya” di mana kita dapat belajar dengan menyenangkan tanpa harus bersusah payah.
Nabi Muhammad SAW. melakukan khalawat (pengasingan) dan tahannuts (menyendiri) mencari pencerahan di Gua Hira di atas bukit.
Nabi Mussa AS. pun mendapat 10 perintah suci tatkala menyendiri di atas bukit. Bahkan sampai berdialog dengan Tuhan, yang kemudian diabadikan dalam berbagai kitab suci agama samawi.
Leonardo da Vinci sering merenung dan berpikir di pinggir hutan yang tenang di desanya sambil memerhatikan hewan-hewan dan alam sekitarnya.
Ibnu Sina sejak kecil sering merenung di mesjid sampai pagi.
Newton kejatuhan apel waktu sedang merenung dan menemukan teori gravitasi universal.
Einstein juga suka merenung. sejak kacil dia memang pemalu dan lebih suka menyendiri. Tempat favoritnya adalah di atas bukit yang ada di dekat tempat tinggalnya di Munich, Jerman.
Napoleon dan Hitler sering diejek “anak kampung” oleh teman-teman sekelasnya dan juga lebih suka menyendiri dan merenung.
Positif atau negatif, perenungan mampu menciptakan ketajaman pikiran yang ekstrem. Berikan diri Anda waktu, misalnya satu jam sehari atau satu hari seminggu untuk sedikit menjauhkan diri dari dunia sehari-hari. Lalu anda bisa bebas mengembangkan imajinasi serta impian-impian besar Anda. Anda juga bisa mengevaluasi hidup Anda. Apa yang sedang Anda lakukan dan akan kemana tujuan hidup Anda. Siapa tahu, Anda akan mendapatkan inspirasi-inspirasi besar.
“Saat Seorang alim bersandar di tempat tidur untuk memperdalam ilmunya adalah lebih baik daripada ibadah seorang hamba, selama enam puluh tahun” Rasulullah Muhammad SAW
“In order improve the mind, we ought less to learn than to contemplate.” Descrates.
——————————————————-
Dalam kesendirian ada ketenangan
Dalam ketenangan ada cahaya kelembutan
Dengan cahaya itulah aku melihat jalan
Dan itulah sejatinya petunjuk kehidupan….. . AM
dari resensi.net
Kamis, 09 Desember 2010
KETEGUHAN
Ketika Raja Louis XVI digulingkan dari takhtanya dan dijebloskan ke dalam penjara, puteranya yang merupakan pangeran penerus takhta kerajaan diculik oleh orang-orang yang mengkudeta kerajaan.
Sang pangeran dihadapkan pada hal-hal yang paling menjijikan secara moral. Mereka pikir, jika sang pangeran terpengaruh pada godaan duniawi maka ia tidak akan bisa mencapai takdirnya sebagai raja.
Setiap hari, sang pangeran disuguhi berbagai makanan yang mewah yang jumlahnya sangatlah banyak, minuman anggur, para pelacur yang sangat erotis, bahkan kata-kata jorok dan kasar yang tidak layak diucapkan oleh bangsawan seperti dia.
Hari berganti hari, hingga akhirnya setelah enam bulan, mereka menyerah. Sang pangeran ternyata tidak tergoda sedikit pun terhadap godaan dunia. Mereka pun bertanya kenapa sang pangeran begitu teguh. Sang pangeran berujar, ”Aku tidak mungkin melakukan hal-hal menjijikan seperti itu, karena sejak dilahirkan Aku telah ditakdirkan sebagai seorang raja“.
Kita harus mempunyai keteguhan dalam mempertahankan impian kita. Tidak dapat dimungkiri bahwa perjalanan menuju ke tangga sukses penuh onak dan duri.
Lantas bagaiamana kita bisa memiliki keteguhan? Yang terpenting kita harus mempunyai paradigma atau citra diri yang positif kepada diri kita. Siapakah kita? Apa takdir kita di dunia ini?
Diri Anda andalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Takdir Anda adalah mengabdikan dirinya. Menyerukan namanya di dunia ini. Apapun impian Anda, berjuanglah atas nama Dia. Maka, rintangan apapun tidak akan bisa menghalangi Anda.
Jika Dia hendak mengangkat Anda, tidak ada seorang pun yang bisa menjatuhkan Anda. Begitupun jika Dia hendak menjatuhkan Anda, maka tak seorang pun di dunia ini yang bisa mengangkat Anda.
Dikirim oleh Ace Ruhyat, Self Development
www.biorevolution.co.cc
Read more: http://www.resensi.net/keteguhan/2009/12/#ixzz17fs36Bhv
BUNGA MAWAR DI HATI KITA
Suatu ketika, ada seseorang pemuda yang mempunyai sebuah bibit mawar. Ia ingin sekali menanam mawar itu di kebun belakang rumahnya. Pupuk dan sekop kecil telah disiapkan. Bergegas, disiapkannya pula pot kecil tempat mawar itu akan tumbuh berkembang. Dipilihnya pot yang terbaik, dan diletakkan pot itu di sudut yang cukup mendapat sinar matahari. Ia berharap, bibit ini dapat tumbuh dengan sempurna.
Disiraminya bibit mawar itu setiap hari. Dengan tekun, dirawatnya pohon itu. Tak lupa, jika ada rumput yang menganggu, segera disianginya agar terhindar dari kekurangan makanan. Beberapa waktu kemudian, mulailah tumbuh kuncup bunga itu. Kelopaknya tampak mulai merekah, walau warnanya belum terlihat sempurna. Pemuda ini pun senang, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil.
Diselidikinya bunga itu dengan hati-hati. Ia tampak heran, sebab tumbuh pula
duri-duri kecil yang menutupi tangkai-tangkainya. Ia menyesalkan mengapa
duri-duri tajam itu muncul bersamaan dengan merekahnya bunga yang indah ini. Tentu, duri-duri itu akan menganggu keindahan mawar-mawar miliknya.
Sang pemuda tampak bergumam dalam hati, “Mengapa dari bunga seindah ini, tumbuh banyak sekali duri yang tajam? Tentu hal ini akan menyulitkanku untuk merawatnya nanti. Setiap kali kurapihkan, selalu saja tanganku terluka. Selalu saja ada ada bagian dari kulitku yang tergores. Ah pekerjaan ini hanya membuatku sakit. Aku tak akan membiarkan tanganku berdarah karena duri-duri penganggu ini.”
Lama kelamaan, pemuda ini tampak enggan untuk memperhatikan mawar miliknya. Ia mulai tak peduli. Mawar itu tak pernah disirami lagi setiap pagi dan petang. Dibiarkannya rumput-rumput yang menganggu pertumbuhan mawar itu. Kelopaknya yang dahulu mulai merekah, kini tampak merona sayu. Daun-daun yang tumbuh di setiap tangkai pun mulai jatuh satu-persatu. Akhirnya, sebelum berkembang dengan sempurna, bunga itu pun meranggas dan layu.
=====
Sahabat, kisah tadi memang sudah selesai. Tapi, ada ada satu pesan moral yang bisa kita raih didalamnya. Jiwa manusia, adalah juga seperti kisah tadi. Di dalam setiap jiwa, selalu ada ‘mawar’ yang tertanam. Allah lah yang meletakkan kemuliaan itu di setiap kalbu kita. Layaknya taman-taman berbunga, sesungguhnya di dalam jiwa kita, juga ada tunas mawar dan duri yang akan merekah.
Namun sayang, ada sebagian dari kita yang hanya melihat “duri” yang tumbuh. Merasakan hanya kelemahan yang ada pada dirinya. Merasa hanya menjadi beban bagi orang lain. Banyak dari saudara kita yang hanya melihat sisi buruk, sehingga dalam menjalani kehidupan ini dipenuhi dengan kepesimisan seolah menolak keberadaan mereka sendiri. Saudara kita itu sering kecewa dengan dirinya dan tidak mau menerimanya. Mereka berpikir bahwa hanya hal-hal yang melukai yang akan tumbuh dari nya. Sehingga menolak untuk “menyirami” hal-hal baik yang sebenarnya telah adadan tak pernah memahami potensi yang dimilikinya.
Mereka juga sebenarnya memiliki mawar yang indah di dalam jiwa. Banyak orang yang tak menyadari, adanya mawar itu.
Sahabat, jika kita bisa menemukan “mawar-mawar” indah yang tumbuh dalam jiwa itu,
kita akan dapat mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita, akan terpacu untuk
membuatnya merekah, dan terus merekah hingga berpuluh-puluh tunas baru akan muncul. Pada setiap tunas itu, akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita. Kenikmatan yang terindah adalah saat kita berhasil untuk menunjukkan pada mereka akan keberadaan mawar-mawar itu, dan mengabaikan duri-duri yang muncul.
Semerbak harumn mawar pada hati mereka akan menghiasi hari-hari kita. Aroma keindahan yang ditawarkannya, adalah layaknya ketenangan air telaga yang menenangkan keruwetan hati. Mari, kita temukan “mawar-mawar” ketenangan, kebahagiaan, kedamaian itu dalam jiwa-jiwa kita, dan kembali kita bagikan pada mereka yang merasa tersisih dan tersingkir. Mungkin, ya, mungkin, kita akan juga berjumpa dengan onak dan duri, tapi janganlah itu membuat kita berputus asa. Mungkin, tangan-tangan kita akan tergores dan terluka, tapi janganlah itu membuat kita bersedih nestapa. Kebahagiaan kita adalah saat kita menemukan mereka, jiwa-jiwa yang tersisih, jiwa-jiwa yang pesimis, tersenyum bahagia, seolah menemukan udara disaat mereka akan kehabisan oksigen
Selamat berkebun!!
by Irfan
Diposting ulang dengan pengeditan seperlunya, untuk sahabat-sahabat yang sedang menumbuhkan kepercayaan diri, berada digaris depan memotivasi anak-anak yang sedang terkena musibah gunung merapi.
Read more: http://www.resensi.net/bunga-mawar-di-hati-kita/2010/11/#ixzz17frrWsQC
MENCIPTAKAN POLA PIKIR
Ketika teman saya sedang melewati gajah, ia tiba-tiba berhenti, bingung dengan makhluk-makhluk besar yang diikat oleh tali kecil pada kaki depan mereka. Gajah tidak rantai, juga tidak dikandang. Sudah jelas gajah bisa melepaskan diri kapan saja dari tali yang mengikat gajah tersebut. Teman saya bertanya ke pelatih yang ada didekatnya, kenapa hewan-hewan besar (gajah) itu tidak berusaha melarikan diri, padahal itu adalah sangat mudah untuk gajahlakukan.
“Yah,” kata pelatih gajah, “ketika gajah-gajah itu masih sangat muda dan jauh lebih kecil, kami mengikat gajah tersebut menggunakan tali ukuran kecil yang pada usia saat itu cukup untuk menahan gajah tersebut. Ketika gajah-gajah itu tumbuh, gajah-gajah itu dikondisikan untuk percaya bahwa gajahtersebut tidak dapat melepaskan diri dari ikatan itu. Gajah itu percaya bahwa tali yang kecil itu masih bisa menahan mereka, sehingga gajah-gajah tersebut tidak pernah mencoba membebaskan diri.
Teman saya kagum. Gajah ini bisa setiap saat melepaskan diri dari ikatan mereka tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka berdiam diri. Gajahtersebut terjebak dengan apa yang mereka percayai.
Sahabat Resensi.net seperti gajah, berapa banyak dari kita menjalani hidup tergantung pada keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, hanya karena kita gagal sekali sebelumnya? Kita telah tumbuh lebih dewasa, paling tidak telah bertambah usia dan pengalaman hidup. Jadi mari kita coba ulangi apa yang kita takut karenanya, bukan untuk gagal lagi, tetapi untuk menutup ketakutan dengan keberhasilan.
Gagal meyakinkan diri untuk mencoba lagi, adalah kegagalan yang sesungguhnya
Anda mungkin pernah gagal dalam berjuang, tetapi tidak ada kata gagal dalam perjuangan. Cobalah sahabat..
Admin – Salatiga
Read more: http://www.resensi.net/menciptakan-pola-pikir/2010/12/#ixzz17fnp1LfN
Selasa, 31 Agustus 2010
Menjadi Pemuda Sejati
Di dalam kompetisi zaman dan kehidupan pemuda selalu tampil penuh gairah, semangat tinggi, dan tekad yang membaja. Mereka seakan merupakan kuda hitam yang selalu memimpin dalam setiap putaran zaman. Dari para pemuda itulah lahir berbagai inovasi, dan kemajuan yang sangat signifikan. Dari pemuda itulah sebuah bangsa akan maju dan bahkan akan mundur, dari pemuda juga perubahan-perubahan bisa dilakukan dengan kontinyu. Karena sejatinya pemuda itu menginginkan perubahan dan perubahan.
Lalu siapakah pemuda ? apakah pemuda adalah mereka yang masih berumur muda atau mereka yang tetap memiliki semangat muda ? memang secara biologis seseorang dikatakan muda jika masih berumur muda. Namun saya berpandangan bahwa pemuda sejati adalah mereka yang masih muda dan memiliki semangat pemuda atau mereka yang sudah tua namun masih semangat bagaikan pemuda, itulah pemuda sejati. Dan saya katakan bahwasanya seorang yang berumur muda namun tidak memiliki semangat adalah termasuk orang yang tua. Oleh karena itu menjadi pemuda adalah pilihan diri kita masing-masing. Apakah kita termasuk pemuda? Tentunya sekarang kita bisa menjawabnya.
Setidaknya pemuda memiliki bannyak kesempatan untuk selalu menciptakan karya-karyanya dalam banyak bentuk, baik berupa tulisan, penemuan sains, sastra, di lingkup kehidupannya. Ada beberapa kendala yang menimpa para pemuda, pemuda terkadang diremehkan oleh barisan tua yang merasa dirinya paling senior dan lebih ahli dari yang muda. Semestinya paradigm seperti ini harus hilang dari para senior dalam berbagai bidang, entah itu perusahaan, organisasi, atau pun dalam lingkup keluarga. Hal seperti itu jika tidak segera dihilangkan akan menghambat kreatifitas kaum muda dan akan menjadikan keadaan menjadi kaku dan membosankan akibat pengekangan yang dilakukan para senior terhadap yang lebih muda. Dalam benak seorang pemuda sebenarnya ada keinginan untuk selalu berubah dan merubah, tetapi terkadang para seniornya yang menjadi penghambat dan penjegal pemuda untuk menuangkan ide-ide cemerlangnya. Mereka tidak percaya dengan pemuda dengan alasan yang kurang logis dan klasik, yakni tidak berpengalaman. Saya katakan “ bagaimana anda bisa mengatakan hasilnya tidak baik karena tidak berpengalaman sedangkan anda tidak memberi para pemuda itu sebuah kesempatan untuk mengekspresikan ide-idenya? “
begitu pula sebaliknya, terkadang para senior itu memberikan kesempatan kepada pemuda. Namun Sang pemuda tidak bisa memanfaatkan momentum itu dengan maksimal sehingga menghilangkan kepercayaan para senior yang telah memberikan kesempatan. Dari sini, pemuda semestinya memanfaatkan segala momentum yang memberinya kesempatan untuk berekspresi dengan semaksimal mungkin. karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang untuk yang kali kedua. Maka beruntunglah pemuda yang bisa memaksimalkan kesempatan-kesempatan yang menghamprinya. Karena hal itu akan menambah kepercayaan orang lain teruitama para senior akan kualiatas pemuda.
Dan yang perlu kita ingat adalah masa muda merupakan masa emas dari seseorang. Siapa yang bisa mengisinya dengan iman dan kebaikan maka beruntung. Dan ingat pula kita akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah tentang masa muda kita. Suatu bangsa akan maju jika para pemudanya berakhlak baik dan penuh gairah semangat perubahan. Sebaliknya suatu bangsa akan tenggelam jika tidak ada lagi pemuda yang berjiwa muda dan pemudanya berakhlak buruk dan bergaul dengan sebebas-bebasnya tanpa kontrol iman.
Akhirnya para pemuda itu adalah mereka yang berumur muda dan mempunyai jiwa muda yang selalu semangat dalam menuju perubahan ke arah yang lebih baik atau pun mereka yang sudah tua namun tetap memiliki jiwa muda. Selamat kepada para pemuda, umat Islam sangat memerlukan ide-ide cemerlangmu untuk membangkitkan kembali keberanian dan kejayaan Islam. Karena pemudalah sebuah agenda perubahan akan selalu bergulir , Karena pemudalah kemajuan dan kemunduran akan ditentukan.