Kamis, 17 September 2009

memegang bara api

Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Akan tiba suatu masa pada manusia, dimana orang yang bersabar di antara mereka dalam memegang agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (Hr. at-Tirmidzi)

Dengan redaksi yang berbeda, Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Celakalah orang-orang Arab, yaitu keburukan yang benar-benar telah dekat; fitnah ibarat sepenggal malam yang gelap gulita. Pagi hari seseorang masih beriman, sorenya telah berubah menjadi Kafir. Kaum yang menjual agama mereka dengan tewaran dunia yang tidak seberapa. Maka, orang yang berpegang teguh pada agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (Ibn Hajar al-Haitsami, Majma’ az-Zawaid wa Manba’ al-Fawaid, juz VII, hal. 552)

Rasulullah SAW ketika ditanya oleh para sahabat, “Wahai Rasulullah, apakah (kita) termasuk mereka?” Beliau menjawab: “Justru, mereka seperti kalian.” ‘Umar bin al-Khatthab menjelaskan takwil surat Ali ‘Imran: 110 dengan menyatakan, “Siapa saja yang mengerjakan amal sebagaimana yang kalian kerjakan, maka dia pun sama kedudukannya seperti kalian..” (Lihat, al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, juz IV, hal. 170)

Imam al-Auza’i pernah ditanya, “Kapankah zaman tersebut?” Beliau menjawab, “Kalau bukan zaman kita sekarang ini, saya tidak tahu, kapankah zaman tersebut? ” (Lihat, Ibn ‘Asakir, Tarikh Dimasqa, juz XXXVII, hal. 97). Kalau pada zaman al-Auza’i sudah sedemikian parah, padahal hukum syara’ masih diterapkan oleh negara dan para penguasanya, lalu bagaimana dengan zaman kita?

perjuangan islam

Sebentar lagi ramadhan akan meninggalkan kita. Tentu saja ada rasa sedih dan haru yang mendalam. Bulan yang penuh rahmah, ampunan, dan kebaikan ini akan berlalu. Padahal, banyak hal yang belum optimal kita lakukan. Tapi demikianlah waktu, terus bergulir dan berjalan , tidak ada yang mampu menghentikannya kecuali Allah SWT semata.

Idul Fitri pun didepan mata. Hari kemenangan yang dijanjikan Allah SWT , tentunya bagi yang benar-benar menjalankan shaum dengan keimananan,penuh dengan ketaatan didasarkan keinginan mencari ridho Allah SWT.

Ibadah shaum di bulan ramadhan sebagaimana ibadah-ibadah yang lainnya merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada sang Kholiq yang Maha Perkasa (taqorrub ila Allah) . Semakin dekat seseorang kepada Kholiq-Nya tentu saja semakin bertambah cintanya kepada-Nya . Semakin bertambah cintanya semakin bertambah pula ketaatannya kepada Allah SWT. Sementara makna taat berarti ikhlas, rela,ridho dan mau diatur oleh hokum-hukum-Nya , tanpa keberatan sedikitpun, tanpa beban. Semuanya karena kecintaan kepada Allah SWT yang memerintahkan hambanya untuk menjalankan syariah-Nya.

Dalam tafsir al Qurthubi ketika menjelaskan firman Allah SWT QS Ali Imron : 31 disebutkan : Al Azhari berkata: ‘Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah mentaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya’. Hal yang sama dikatakan Al Zajaj : ‘Cintanya seorang manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah mentaati keduanya dan ridha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah saw’.

Itulah yang seharusnya terjadi pada kita. Shaum bulan ramadhan meskipun berlalu harus memberikan pengaruh berupa semakin kokohnya ketaatan kita kepada Allah SWT. Bukankah Allah SWT telah menjelaskan dalam Al Qur’an (QS al Baqoroh:183) bahwa Dia memerintahkan kita shaum dibulan ini agar kita bertakwa (la’allakum tattaqun)?

Sementara makna takwa berarti menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Takwa juga tercermin dari sikap waspada, penuh perhitungan, penuh kekhawatiran dan rasa takut kalau apa-apa yang kita lakukan akan mengundang murka dan adzab Allah SWT kepada kita. Sahabat Rosulullah SAW Umar bin Khoththob ra memberikan gambaran yang sederhan tentang hakekat takwa, yakni bagaikan orang yang melangkah di jalan yang penuh duri. Tentulah sikapnya penuh dengan kehati-hatian , khawatir kalau terluka. Sejatinya, demikian pula sikap kita sebagai hamba Allah dalam menapaki kehidupan ini , hati-hati kalau menyimpang dari syari’ah-Nya.

Dan yang perlu kita berikan catatan penting,ketaatan kepada hukum Allah SWT haruslah totalitas dalam seluruh hukum-Nya. Bukan hanya dalam ibadah mahdhoh seperti sholat, shaum, atau zakat. Tapi tentu saja termasuk dalam aspek muamalah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia lainnya dalam ekonomi, politik, pendidikan, dan aspek sosial lainnya.

Allah SWT berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kepada Islam secara menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu.” (Al-Baqarah: 208)

Dalam menafsirkan ayat ini, Imam Ibnu Katsir menyatakan: “Allah swt telah memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin dan mempercayai RasulNya agar mengadopsi system keyakinan Islam (‘aqidah) dan syari’at Islam, mengerjakan seluruh perintahNya dan meninggalkan seluruh laranganNya selagi mereka mampu.” Senada dengan itu Imam Thabariy menyatakan : “Ayat di atas merupakan perintah kepada orang-orang beriman untuk menolak selain hukum Islam; perintah untuk menjalankan syari’at Islam secara menyeluruh; dan larangan mengingkari satupun hukum yang merupakan bagian dari hukum Islam.

Sayangnya ketaqwaan secara totalitas inilah yang belum kita miliki saat ini. Buktinya kita belum menjalankan hokum-hukum Allah secara menyeluruh. Sistem politik kita masih berdasarkan demokrasi yang menyerahkan kedaulatan kepada tangan manusia (as-siyadah lil sya’bi). Perkara yang jelas-jelas bertentangan dengan aqidah Islam. Sebab satu-satunya yang berhak membuat hukum , dalam pengertian sumber hukum adalah Allah SWT. Sistem demokrasi inilah yang telah menjauhkan kita dari syariah Islam.

Ekonomi kita diatur berdasarkan aturan Kapitalisme yang justru menambah penderitaan rakyat, kemiskinan, dan menjadi jalan bagi penjajah untuk mengeksploitasi kekayaan alam kita. Aspek-aspek lainnya juga sama. Dengan tegas kita katakan pangkal penderitaan umat Islam bahkan manusia saat ini adalah sistem kapitalis ini. Tidak ada lain solusinya kecuali syariah Islam.

Bisa kita simpulkan , bukti keberhasilan shaum kita adalah tegaknya syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Mau tidak mau, penegakan ini membutuhkan institusi politik yang disebut Negara Khilafah. Ketika ini belum terwujud, siapapun kita, dari mana pun kelompok atau organisasi kita wajib bersama-sama memperjuangkannya. Bekerja keras bersama-sama memperjuangkan syariah dan Khilafah. Memang perjuangan ini berat dan mungkin butuh waktu. Namun kalau kita lakukan bersama-sama perjuangan ini akan lebih ringan dan kemenangan akan lebih cepat kita raih . Tentunya dengan idzin Allah SWT. Allahu Akbar (Farid Wadjdi)

Rabu, 05 Agustus 2009

Faktor Keberuntungan: mengapa beberapa orang dihinggapi keberuntungan

rtikel menarik yang ditulis oleh Richard Wiseman tentang mengapa ada beberapa orang yang selalu dihinggapi keberuntungan sedangkan kebanyakan orang susah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Richard Wiseman adalah penulis ‘The Luck Factor’ dan seorang pengajar di University of Hertfordshire.

Pertanyaan tentang keberuntungan membawanya untuk meneliti tentang faktor ini sekitar 10 tahun yang lalu. Ia bertanya-tanya mengapa sebagian orang selalu berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat pula. Sedangkan yang lainnya terus menerus kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya.

Ia kemudian menulis iklan di koran nasional setempat. Ia meminta orang yang merasa secara konsisten beruntung dan tidak beruntung untuk menghubungi dirinya. Melalui iklan tersebut ia bertemu dengan ratusan orang yang tidak ‘biasa’ dan selama bertahun-tahun mewancarai mereka. Ia memonitor orang-orang tersebut dan meminta mereka mengambil bagian dalam eksperimen.

Richard mengamati bahwa walaupun kebanyakan orang tidak menyadari apa penyebab keberuntungan mereka, namun dari cara berpikir dan kebiasaan mereka sangat berhubungan erat dengan keberuntungan dan ketidakberuntungan. Hasil ini juga mengabaikan kemungkinan dicap untung-untungan, karena kenyataannya orang beruntung selalu bertemu dengan keberuntungan sedangkan orang tidak beruntung tidak pernah bertemu dengan keberuntungan.

Hal ini dibuktikan dengan sebuah test untuk melihat apakah ada perbedaan kemampuan di antara orang-orang ini dalam menemukan keberuntungan tersebut. Ia memberikan sebuah koran kepada orang beruntung dan tidak beruntung, kemudian menyuruh mereka menghitung berapa banyak foto di koran tersebut.

Richard menempatkan teks ukuran besar di sebuah halaman yang memenuhi setengah halaman dengan font sebesar 2 inci bertuliskan ‘Tell the experimenter you have seen this and win $50′ artinya ‘katakan ke peng-eksperimen Anda kalo Anda melihat tulisan ini dan dapatkan $50′. Walaupun tulisan tersebut terpampang dengan jelas di sebuah halaman, namun kebanyakan orang tidak beruntung tidak memperhatikannya, sedangkan orang beruntung memperhatikan tulisan tersebut.

Orang tidak beruntung umumnya lebih tertekan daripada orang beruntung. Kekhawatiran karena tekanan telah mengganggu kemampuannya untuk menghadapi hal yang tidak diharapkan. Hasilnya mereka terlalu fokus untuk mencari hal lain. Seperti ketika mereka menghadiri suatu pesta, mereka mencari calon partner yang sempurna, namun kehilangan kesempatan untuk mencari teman yang baik. Contoh lain ketika ‘orang tidak beruntung’ mencari iklan di koran untuk suatu jenis pekerjaan, mereka malah melewatkan jenis pekerjaan menarik lainnya.

Orang beruntung lebih relaks dan terbuka, sehingga mereka bisa melihat hal lain selain yang dicari. Berdasarkan penelitian ini, Richard menemukan ada prinsip-prinsip yang dipegang oleh ‘orang beruntung’ untuk menemukan keberuntungannya, yaitu:

  1. Mereka terlatih menciptakan dan melihat kemungkinan peluang baik
  2. Membuat keputusan baik berdasarkan intuisinya
  3. Menciptakan ramalan menggunakan ekspektasi positif
  4. Mengembangkan sifat ulet untuk mengubah nasib buruk menjadi baik

Pertanyaan selanjutnya yang muncul dibenak Richard adalah apakah prinsip ini bisa digunakan untuk menciptakan keberuntungan pada orang-orang. Kemudian ia mengumpulkan beberapa relawan yang bersedia menjalankan latihan selama sebulan untuk berpikir dan berlaku seperti orang beruntung. Dan hasilnya mengagumkan, latihan tersebut membantu mereka menemukan keberuntungan, mendengar intuisi mereka, berharap beruntung, dan lebih tahan terhadap nasib buruk. 80 persen dari relawan lebih bahagia, lebih puas dan lebih penting lagi adalah lebih beruntung.

‘Orang beruntung’ menjadi lebih beruntung dan ‘orang tidak beruntung’ menjadi beruntung setelah menjalani latihan ini. Rihard merasa sudah menemukan Faktor keberuntungan yang susah dipahami ini, ia kemudian memberikan 4 tip untuk menjadi beruntung:

  1. Dengarkan insting baik Anda karena biasanya insting tersebut benar adanya
  2. Jadilah orang yang terbuka terhadap pengalaman baru dan lepas dari rutinitas sehari-hari
  3. Luangkan waktu beberapa menit untuk memikirkan hal-hal yang sudah berjalan baik hari itu
  4. Visualisasikan bahwa Anda menjadi beruntung sebelum menerima telepon atau aktifitas lainnya

Semoga hari-hari Anda beruntung dan bekerja dengan baik.

Orang paling bahagia di dunia bukanlah orang yang tidak memiliki masalah satupun, tetapi adalah orang yang bisa belajar hidup dengan sesuatu yang tidak sempurna atau kurang sempurna.

Diterjemahkan dari artikel berbahasa inggris, semoga bermanfaat
http://timesofindia.indiatimes.com/articleshow/msid-3896391,prtpage-1.cms

Pelajaran dari Tiger woods

[beraniegagal.com] oleh : Anthony Dio Martin — “To succeed, you need to find something to hold on to, something to motivate you, something to inspire you!” - Tony Dorsett

Salah satu atlet dunia yang menjadi banyak pujaan orang adalah Eldrick ‘Tiger’ Woods. Bukan saja secara skills, dia luar biasa di lapangan, tetapi dalam dirinya pun terdapat prinsip-prinsip yang membuatnya patut diteladani.

Bahkan mengenai Tiger Woods, pemain basket terkenal Michael Jordan pernah berujar, “I really do believe Tiger Woods was put here for a bigger reason than just to play golf. I don’t think that he is a god, but I do believe that he was sent by One.”

Pada kesempatan inilah saya ingin membagikan apa yang saya pelajari secara luar biasa dari pribadi Tiger Woods dalam suatu wawancaranya. Untuk sekadar info saja, Tiger Woods adalah pemain golf dunia yang legendaris. Pada usia 11 bulan, dia sudah belajar mengayunkan tongkat golf di garasi rumahnya. Pada saat umurnya baru mencapai 22 tahun, Tiger Woods sudah meraup pendapatan bersih lebih dari US$2.000.000.

Suatu hal yang luar biasa telah dicapai oleh Tiger Woods bahkan sejak pada usianya yang belia. Nah, pada kesempatan ini, mari kita belajar ada tiga kunci sukses dari Tiger Woods yang menjadikannya juara dunia sejati.

I smile at obstacles

Pertama-tama, kalimat inspiratif menarik yang diucapkan oleh Tiger Woods adalah “I smile at obstacles”. Justru kalimat ini rasanya begitu cocok untuk kita semua di mana saat ini dunia sedang mengalami krisis global. Rasanya kita bisa belajar banyak dari Tiger Woods yang justru tersenyum saat menghadapi masalah, tantangan ataupun hambatan dalam hidupnya.

Seperti yang sering saya ungkapkan dalam tulisan-tulisan saya, setiap masalah yang kita hadapi, semuanya bertujuan baik supaya kita dapat menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh. Saya pun teringat dengan buku Adversity Quotient karya Paul G. Stoltz.

Dalam buku tersebut, Paul G. Stoltz mengatakan seorang yang akan sukses adalah yang dapat mengubah tantangan menjadi peluang untuk berhasil. Selalu ada peluang bagi kita untuk dapat sukses jika kita jeli melihat yang terjadi. Seperti sebuah kata bijaksana “You learn something every day if you pay attention.” Jadi, selalu pakailah kacamata yang positif saat melihat segala sesuatu.

Sama seperti Tiger Woods, saat mengalami tantangan dalam memenangi pertandingan golfnya, dia selalu belajar dari apa yang dialaminya. Filosofi ini dipelajari dari ibunya Kultida Woods yang sejak awal karirnya sering mengantarkan Tiger Woods ke berbagai turnamen dan memberikan motivasi kepadanya, tanpa mengeluh sedikit pun.

Begitupun ayahnya, seorang veteran perang yang selalu membisikkan kata-kata motivasi untuk membesarkan Tiger Woods sebelum dia tertidur. Inilah kunci yang membuat Tiger Woods menjadi juara dunia. Yang jelas, dari orang tuanya Tiger Woods belajar dan menasihati kita bahwa jika kita menghadapi hambatan hidup dengan tersenyum, sesuatu yang luar biasa akan pasti terjadi. Kita akan bisa lebih berpikir jernih, sehingga lebih berfokus pada solusi dan jalan keluar pun mungkin muncul di depan kita.


My will moves mountains

Dalam hal ini pun kita dapat banyak belajar kepada Tiger Woods. Seluruh keinginannya diarahkan untuk menjadikan dirinya menjadi seorang pegolf dunia. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Tiger Woods, “Dibutuhkan keputusan yang luar biasa untuk menjadi yang terbaik. Tetapi saya telah membuat keputusan itu!”.

Tiger Woods mengetahui apa yang mau dicapai dalam hidupnya sehingga dirinya terus berusaha sampai impiannya tercapai. Bahkan Tiger Woods mengatakan “My will moves mountains”. Dalam hal ini, Tiger Woods mengajarkan kepada kita perlunya fokus, dedikasi, komitmen, keteguhan, dan kegigihan dalam mencapai tujuan, termasuk pula membayar ongkos berlatih siang dan malam sebelum dirinya menjadi begitu terkenal.

Begitu pula dalam kehidupan ini, jika kita punya kualitas yang sama seperti karakter yang dimiliki Tiger Woods, kesuksesan dapat kita raih selama kita memiliki keinginan yang kuat untuk mencapainya.

Tiger Woods jelas-jelas mengetahui apa yang dia inginkan, dia memiliki target dan goal yang jelas, membuat rencana untuk mencapainya dan kemudian merealisasikannya. Tiger Woods percaya bahwa bagi dirinya tidak ada gunung ‘kesulitan’ yang terlalu tinggi untuk ditaklukkan.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang menjadi impian, cita - cita dan hasrat Anda? Apa yang ingin Anda lakukan dalam hidup ini? Apakah Anda sudah meraihnya? Mari belajar dari Tiger Woods, miliki fokus dan komitmen untuk meraih hal - hal yang diinginkan dalam hidup ini. Ingatlah, keinginan Anda yang begitu kuat bahkan bisa memindahkan gunung kesulitan Anda, setinggi apa pun.


I will do it with all my heart


Ketika Tiger Woods melakukan sesuatu, dia melakukannya dengan totalitas dan komitmen. Melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, itulah kunci kemenangan Tiger Woods. Baginya, bahkan hanya dalam berlatih di lapangan saja, semuanya diperlakukan seperti pertandingan sungguhan. Tiger Woods melakoni semuanya dengan keinginan bukan menjadi baik (good), bukan juga menjadi lebih baik (better), melainkan dengan keinginannya menjadi yang terbaik (best).

Tidaklah mengherankan jika diusianya yang ke-24, pada 2000 Tiger Woods sudah berhasil menjadi juara dunia hampir semua kejuaraan golf bergengsi di dunia, a.l. US Open, US Amateur, British Open serta British Amateur.

Kehidupan Tiger Woods memberikan pelajaran penting kepada kita yakni jika kita mau meraih kesuksesan dan keberhasilan yang luar biasa, lakukanlah segala sesuatu dengan kerja keras, fokus, penuh dedikasi dan lakukan semuanya itu dengan hati.

Inilah sebenarnya pelajaran yang diperoleh Tiger dari ayahnya, yang sekaligus menjadi pelatihnya. Untuk melatih Tiger Woods bermain dengan sepenuh hati, ayahnya sering kali membunyikan koin-koin dan berusaha mengacaukan konsentrasinya. Namun, latihan seperti inilah yang membuatnya semakin mantap.

Bahkan, pernah sekali ketika dia memukul bola dan pada saat itu ada suara walkie talkie yang mengganggu. Namun, Tiger Woods mengatakan dirinya tidak mendengarkan suara apa pun karena pelajaran hidupnya membuatnya betul-betul menaruh sepenuh hati pada bola yang akan dipukulnya. Dengan mantap, Tiger Woods mengajarkan bahwa kita berpelaung besar meraih hal - hal yang kita inginkan jika ada totalitas penuh di sana.

Demikianlah, mari belajar dari tiga pelajaran inspiratif Tiger Woods ini: smile at obstacles, my will moves mountains, serta I will do it with all my heart - untuk menjadikan 2009 ini sebagai tahun yang spektakuler, di mana Anda akan mencapai hal - hal yang Anda impikan dan meraih kesuksesan serta keberhasilan yang luar biasa! Sukses serta antusiasme yang luar biasa akan selalu menyertai Anda pada tahun ini.

JADILAH PENGUSAHA BUKAN PEMIMPI


Banyak orang ingin mempunyai usaha sendiri. Tapi keinginan itu tak kunjung terlaksana lantaran tak punya ide bisnis. Namun ada pula yang memiliki ide bisnis tapi tak punya keberanian untuk menjalankannya. Inilah tahap awal penentuan sukses usaha.

Percaya atau tidak, memulai usaha itu mirip seorang penulis yang hendak menulis artikel. Tantangan terberatnya sama-sama menemukan ide. Langkah selanjutnya bisa mengalir lancar bagai air bah apabila ide itu telah ditemukan. Gimana kalau ide itu menthok? ya, tulisan atau usaha itu tidaka akan pernah terwujud dan tetap menjadi mimpi panjang di awang-awang.

Sebenarnya ide bisnis itu bukanlah mahluk yang sudah langka dan amat sulit untuk dicari. Ide itu sebebarnya banyak bergentayangan disekitar dan seputaran kita. Tinggal kejelian kita untuk melihat dan menangkapnya. Akan tetapi inilah masalahnya, tidak banyak diantara kita yang mempunyai kemampuan untuk jeli dan menangkap ide tersebut. Sebenarnya yang diperlukan hanyalah banyaklah mengamati, buka mata lebar-lebar dan jangan ketinggalan telinga juga ikut dibuka untuk mendengar ! Abstrak dan simple memang tapi ini wajib kalau ingin menangkap mahluk yang namanya ide.

Ini beberapa langkah - langkah yang bisa anda lakukan untuk menyadari bahwa ide itu bertaburan disekitar kita saja. Tidak jauh - jauh seperti bayangan selama ini. Caranya :

Cara pertama
; mulailah dengan mengenal diri sendiri. dengan mengenali diri sendiri anda bisa menemukan hobi, kegemaran, kemampuan, jaringan personal, serta potensi diri pribadi yang selama ini terpendam. Cobalah pelajari satu persatu. Olah sedemikian rupa sesuai keinginan anda dengan menyulapnya menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan. Banyak bukti kasus yang bisa menunjukkan bahwa banyak pengusaha yang sukses dengan mengomersialkan dirinya sendiri. Sebagai contoh Tukul Arwana yang begitu sukses mengomersialkan dirinya di tahun2007.

Cara kedua
; kenali kebutuhan lingkungan terdekat. Ini bisnis yang biasanya sudah jelas pasar dan kosumen. Dengan menyediakan / membuat bisnis yang sesuai kebutuhan lingkungan sekitar, kita tidak akan kesulitan mencari konsumen. Tinggal perang dengan stratef\gi saja. Sebagai contoh bisa anda lihat dengan perjalanan hidup motivator no.1 Indonesia, Andrie Wongso memulai langkahnya sebagai motivator ketika melihat banyak orang gemar membeli kartu-kartu ucapan penyemangat.

Cara ketiga
; memetik gagasan dari media massa. Media massa merupakan sumber inspirasi ide yang sangat basah. Dengan beragam media massa sekarang ini segala macam informasi tentang sebuah peluang bisa tercipta. Dengan mendengar, membaca, melihat sebuah kejadian dari media massa anda bisa melihat kebutuhan apa yang akan diperlukan dengan dengan adanya kejadian tersebut. Ambil contoh sekarang ini pengguna internet di Indonesia sudah kurang lebih 25 juta orang. Ini berarti anda bisa menciptakan Warung Internet untuk menampung beberapa orang yang belum bisa memiliki akses internet sendiri mengingat biaya berinternet di Indonesia yang masih relative tinggi (ini bila di perhitungkan dari computer sampai dengan jaringannya)

Cara keempat
; Curilah ide dari Yellow Page. Apa sich yellow page ini? ini biasa kita sebut juga buku telpon. Daftar nomor telpon yang biasa dikeluarkan oleh telkom. Dalam Yellow Page ini bertumpuk ide-ide yang bisa kita curi. Sebagai perumpamaan anda bisa mencetuskan pemikiran 'Usaha Apa yang belum Ada di daerah Anda?' Ini bisa anda perinci dengan surfing sendiri dari buku Yellow Page ini. Cari tahu bisnis apa yang sudah terdaftar di buku ini tapi belum ada di daerah anda. Gampang kan?

Cara kelima ; belajar dari ide dan kisah sukses orang lain. Caranya banyak-banyaklah bergaul dengan mereka yang punya banyak ide. Dengan bergaul dengan orang yang banyak ide, bagi kita yang kering ide, akan membuka mata kita. Setidaknya kita bisa tertular semangat mereka.

Dengan menerapkan lima cara ini maka ide akan tercipta. Namun walaupun ide sudah tercipta, tidak akan berdayaguna apabila belum ditangkap kemudian di dayagunakan dengan arif dan bijaksana.

Sukses atau tidak kita memiliki usaha sendiri sangat tergantung dari sejauh mana anda berani untuk menerima tantangan untuk menerima keberhasilan atau kegagalan. Anda tidak akan bisa menolak kegagalan akan tetapi kegagalan adalah sebuah pondasi kuat menuju kesuksesan.

http://bisnis-nyata-johans.blogspot.com

jangan takut gagal

Orang bijak bilang, dalam hidup itu hanya ada dua pilihan, sukses atau gagal. Begitu juga dalam pekerjaan. Tentu saja semua orang akan memilih kesuksesan. Tapi siapa yang dapat menolak jika ternyata kegagalan masih juga menghampiri anda, padahal anda sudah berusaha sekeras mungkin? Kegagalan sebetulnya merupakan hal yang manusiawi, karena tidak semua manusia bias mencapai keberhasilan. Berdasarkan pengalaman, banyak orang yang sangat trauma pada kegagalan, sehingga tak jarang sampai menimbulkan stress dan depresi bahkan sampai menimbulkan gangguan jiwa. Pada beberapa kasus, ada beberapa orang yang takut gagal sebelum bertindak. Sikap ini jelas sangat tidak bagus untuk perkembangan mental anda.



Ironisnya banyak manusia pintar yang akhirnya mengalami kegagalan hanya karena selalu dihinggapi ‘takut gagal’. Sebaliknya, tak jarang manusia yang otaknya biasa-biasa saja namun bias meraih kesuksesan berkat keyakinan dan rasa percaya dirinya. Seorang ahli jiwa pernah mengatakan, di jaman yang semakin kompetitif ini, orang-orang yang mampu bertarung melawan jaman hanyalah orang-orang yang percaya diri, agresif, sedikit nekad, pandai bicara (dibarengi dengan pengetahuan yang memadai), dan memiliki performance yang bagus. Sedangkan manusia yang pintar tapi tidak pandai mempresentasikan kepandaiannya, maaf saja, sulit sekali menggapai sukses.



Lalu apakah anda termasuk orang yang takut gagal dan sulit merefleksikan kepandaian anda? Jika ya, anda harus merubahnya dari sekarang, jangan siasiakan waktu yang berharga ini dengan berbagai macam ketakutan. Ikutilah saran berikut ini: - Pertama, jangan takut gagal! Tidak takut gagal diasumsikan dengan percaya diri. Sikap ini merupakan modal dasar seseorang untuk menggapai sukses. Karena orang yang percaya diri dan tidak takut gagal adalah orang-orang yang menghargai kemampuannya. Karena, orang yang takut gagal dan tidak percaya diri hanyalah orang-orang pengecut yang selalu meragukan kemampuan dirinya. Percayalah jika anda percaya diri, orang akan tertarik memperhatikan anda. Dan di saat orang memperhatikan anda, inilah saatnya bagi anda untuk unjuk kemampuan.

- Pacu semangat diri dengan mengisi hari-hari andadengan kegiatan yang berkualitas. Anda tak kan menghasilkan apa-apa dengan hanya bermenung diri.

- Perluas pergaulan anda seluas-luasnya. Ingat, dunia ini tak selebar daun kelor. Jika anda hanya mengurung diri saja, orang tak akan tahu kalau anda pandai.

- Jangan terlalu birokratif. Sikap ini hanya akan membuat anda selalu merasa ragu dan terpentok berbagai macam peraturan. Bersikaplah lebih berani dan sedikit nekad. Karena di saat itu, biasanya muncul kekuatan dari alam bawah sadar yang membuat anda berani mengeksploitasikan kemampuan anda.

- Dalam melakukan apapun, jangan mengandalkan kekuatan berpikir anda semata. Padukan dengan inovasi dan kreatifitas anda.

- Jangan takut kritik, mendengarkan kritik merupakan salah satu cara agar anda bisa

mengkoreksi kekurangan anda. Dengan demikian, tiket menuju sukses sudah berada dalam genggaman anda. Tapi jika ternyata anda masih gagal juga, berarti ada hal-hal diluar kuasa anda. Jangan patah semangat, jadikan kegagalan itu sebagai cermin untuk menuju sukses, yang penting jangan berhenti berusaha dan juga berdoa, oke!

ANDA ADALAH TUHAN BAGI NASIB ANDA SENDIRI [Minggu, Maret 22, 2009 | 13 komentar ]

Suatu saat, pada zaman dahuku kala, dinegeri antah berantah hiduplah seorang lelaki tua disebuah rumah dipuncak bukit. Ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk belajar dan bermeditasi. Ia dikenal luas karena kecerdasa,sensitivitas dan kebijaksanaanya. Politisi, Pelaku bisnis dan orang-orang terkemuka datang mengunjunginya dan mengajukan pertanyaan, jawabannya selalu tepat. Sepertinya ia punya keahlian khusus yang memampukannya untuk mengetahui inti setiap permasalahan, saat jawaban dan solusi darinya diterapkan hasilnya selalu luar biasa, sehingga ketenarannya menyebar keseluruh negeri.

Di desa dibawah bukit ada sekelompok anak muda, kadang-kadang mereka mendaki bukituntuk mengunjungi orang tua itu dan mengajukan pertanyaan kepadanya dan selalu dijawab dengan bijak dan tepat. Selang beberapa waktu kemudian sekelompok anak muda ini memutar otak bagaimana kiranya untuk mendapatkan sebuah pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh orang tua tersebut.

Suatu hari pemimpin dari sekelompok anak muda tersebut yang bernama aram, memanggil teman-temannya untuk berkumpul, dan dihadapan teman-temanya si aram berkata " Akhirnya aku menemukan cara untuk menjebak orang tua itu, ditanganku ada seekor burung, kita akan pergi dan menanyai orang tua tersebut apakah burung yang ditanganku ini hidup atau mati. Jika ia mengatakan burung itu mati maka aku akan melepaskannya sehingga burung itu akan terbang, jika ia mengatakan burung itu hidup,aku akan meremasnya sehingga burung itu akan mati. Dengan cara ini akhirnya kita bisa menang dan si orang tua akan kalah "

Dengan gembira karena kemungkinan pada akhirnya mereka akan menjebak orang tua itu untuk memberikan jawaban yang salah, mereka bergegas mendaki bukit. Si orang tua melihat mereka datang dan memperhatikan semangat diwajah mereka. Kemudian Aram melangkah kehadapan orang tua dan bertanya " Pak Tua, ditanganku ada seekor burung apakah burung ini hidup atau mati ? "

Kemudian orang tua itu menjawab " Aram, jawabannya itu tergantung pada tanganmu"

Anda Adalah Tuan Bagi Nasin Anda Sendiri

Inti dan moral dari cerita ini adalah bahwa hampir segala hal yang terjadi pada diri anda tergantung pada anda sendiri. Nasib anda tergantung pada anda sendiri.
Masa depan anda sebagian besar ditentukan oleh anda sendiri,melalui pilihan dan keputusan anda sendiri. Apa yang anda capai adalah hasil dari apa yang anda lakukan.

Ya nasib dan masa depan anda ada ditangan anda sendiri.

Diambil dari Create Your Own Success by Brian Tracy (Diubah seperlunya)

cara berfikir

Cara Berpikir tentang Tabungan :

Orang miskin meletakkan uangnya paling banyak di tabungan yang aman resikonya, di gedung yang besar dan paling banyak orang meletakkan uangnya. Sedangkan orang kaya meletakkan uangnya paling banyak di tempat yang tidak banyak diketahui orang lain, tempat yang mempunyai resiko, tempat berinvestasi.


Cara Berpikir tentang pengeluaran dan pemasukan :

Orang Miskin lebih condong untuk mengecilkan pendapatan, Orang kaya lebih condong untuk memperbesar pendapatan. Orang miskin melihatnya dari seberapa besar pendapatannya, lalu menekan pengeluarannya. Sedang orang kaya melihat dari sisi pengeluarannya, lalu memperbesar pendapatannya.


Cara berpikir tentang Bagaimana bekerja sama dengan Uang :

Orang miskin bekerja keras demi uang, Orang Kaya berusaha keras membuat uang bekerja untuk mereka dengan menempatkan uang pada instrumen-instrumen bisnis dan investasi yang menghasilkan uang untuk mereka. akhirnya orang miskin bertambah uangnya, namun waktunya juga bertambah habis, sedangkan orang kaya bertambah uangnya dan waktunya makin bertambah luang.


Cara berpikir tentang Uang tambahan :

Ketika mendapatkan uang tambahan seperti THR, orang miskin akan langsung menggunakannya untuk membeli barang-barang konsumtif, karena menganggapnya sebagai rezeki dadakan. Orang kaya akan menempatkan uang tersebut pada investasi tertentu, sehingga bunga nya lah yang baru akan digunakan untuk membeli sesuatu.

Orang miskin membeli dengan aktif income, Orang kaya membeli dengan pasif income.

Orang miskin mengumpulkan liabilitas, Orang kaya mengumpulkan aset.

Orang miskin berhutang buruk, Orang kaya berhutang baik.

Orang miskin mengejar kenikmatan sekarang, orang kaya menunda kenikmatan sekarang (tentang uang loh…. )..

ORANG MISKIN ketika membaca blog ini cepat menutup kembali blog ini dan tidak berkunjung lagi, Sedangkan…

ORANG KAYA ketika membaca blog ini, membaca banyak dan mereferensikan tentang blog ini pada teman-temannya..(orang kaya suka berbagi, dan menjadi kaya karena berbagi/ SHARE BE HAPPY)

Terimakasih buat sang guru anton huang(www.antonhuang.com)

peluang kita

Teringat akan kata-kata pak Bob Sadino, “Ada 1001 peluang di sekitar Anda”. Dahulu saya pikir hal tersebut adalah sesuatu yang mengada-ada, bagaimana mungkin ada 1001 peluang ketika tidak satu pun terlihat bisa menjadi peluang bagi kita. Jika satu tidak ada bagaimana mungkin 100, 200 atau 1000? Sehingga sempat terpikir jika peluang itu hanya dapat ditemukan dengan keberuntungan dan sayangnya keberuntungan tersebut tidak pernah menghinggapi kita.

Dengan berjalannya waktu, sedikit-sedikit kata-kata tersebut memberikan bukti. Memang ada banyak peluang di sekitar kita, kita bisa menganggap peluang tersebut adalah sebuah masalah. Mengapa masalah bisa menjadi peluang? Sejauh yang kita ketahui masalah adalah sesuatu yang membebani kita. Masalah adalah sesuatu yang kita hindari dan tidak berguna untuk dihadapi.

Kita diberikan peluang untuk memecahkan masalah yang tidak banyak orang ingin memecahkannya. Dan sering kali ketika kita memecahkan sebuah masalah maka peluang itu menjadi sukses bagi Anda. Kalau diambil contoh seperti misalnya Bill Gates, Ia berusaha untuk memecahkan masalah tentang terbatasnya akses komputer di kalangan masyarakat karena mahal dan susah digunakan. Bill Gates memecahkan masalah dengan memanfaatkan personal computer yang berharga jauh lebih murah dari UNIX computer dan mengembangkan sistem operasi Windows yang mudah digunakan.

Bill gates adalah contoh sukses besar dalam pemecahan masalah. Di sekitar anda, mungkin Anda pernah melihat sukses-sukses kecil karena mereka berhasil memecahkan masalah. Contoh realnya bisa dilihat dari perkembangan alat-alat pertanian, alat-alat transportasi, alat-alat elektronik, dan alat-alat konstruksi. Semua itu karena mereka bisa memecahkan sebuah masalah.

Jadi bagi orang yang jeli, masalah adalah peluang bagi mereka. Namun disini bukan berarti kita menjadi orang yang suka membuat masalah, namun kita seharusnya adalah orang yang bisa memecahkan masalah. Dengan membiasakan diri untuk memecahkan masalah-masalah kecil maka kita akan terbiasa untuk menciptakan peluang.

Kita tidak harus memanfaatkan 1001 peluang disekitar Anda, tapi pilihlah beberapa yang sesuai dengan minat Anda dan kemampuan Anda saat ini. Jika Anda suka bunga Anda bisa mencari cara untuk membuat tanaman semakin semerbak dan semakin menarik. Jika Anda suka pelihara binatang, mungkin anda bisa mencari cara untuk menyembuhkan penyakit atau mungkin cara menernakannya. Jika Anda berhasil memecahkan masalah tersebut, anda bisa menjual ide tersebut bukan?

Keberuntungan yang disebutkan di paragraf satu sebenarnya bisa dilatih, sehingga kita bisa selalu dihinggapi keberuntungan. Artikel berikut memberikan penjelasan tentang Faktor keberuntungan yang dimiliki oleh beberapa orang.

Semoga artikel yang sangat singkat ini bisa memberikan pencerahan bagi Anda semua. Semoga anda bisa menemukan keberuntungan itu dan memanfaatkan peluang di sekitar Anda.

diambil dari www.blogcatalog.com

PETUAH SANG GURU UNTUK BANGUN DAN BANGKIT

Bulan April yang lalu saya mengikuti beberapa seminar Motivasi dan pengembangan kepribadian, sungguh bermanfaat bagi saya. Agus Gunario, Arie Ginanjar dan terakhir Andrie Wongso,tiga seminar dari motivator Top Indonesia, Agus Gunario motivator Bisnis yang masuk dalam top 12 Motivator Bisnis Dunia,, sedangkan Arie Ginandjar kita kenal dengan ESQ,dan terakhir di penghujung Bulan April saya mengikuti Seminar Andrie Wongso dengan tema Masih Ada Hari Esok. Meminjam istilah Andrie Wongso sang motivator no 1 di Indonesia Indahnya berbagi (Share be Happy),saya memosting kata-kata bijak dari mereka bertiga setidaknya bermanfaat bagi saya dan juga kita semua yang membaca. Bacalah artikel berikut ini seperti layaknya Anda seorang Motivator, bayangkan bahwa andalah Agus Gunario, Arie Ginanjar dan Andrie Wongso


1. Aku dilahirkan untuk menjadi PEMENANG.


Keyakinan pertama yang harus aku miliki sebagai anak manusia adalah keyakinan bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang. Aku percaya bahwa tidak mungkin Allah menciptakan aku ke dunia ini, tanpa alasan apapun. Tidak mungkin! Pasti ada alasannya, bukan? (tarik nafas perlahan sebentar)

Nah, jika aku berani lahir, maka aku juga haruslah berani mati (karena aku pasti mati, bukan? He..he..) Lalu, sekarang mati seperti apa yang aku inginkan? (tarik dan tahan nafas yang lama…) Duh, sereeem banget sih pertanyaannya. Iya dong, sekali-sekali serius ah! Baiklah, sekarang pilihan aku sebagai manusia yang hidup, yang masih bernafas, yang masih beredetak jantungnya, hanya tersisa satu pilihan saja, bukan? Yakni aku ingin mati sebagai apa? Ingin dikenang sebagai siapa?

Karena aku yakin bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, sudah sebaiknya pula aku memilih mati minimal sebagai pemenang. Pemenang seperti apa, itu persoalan lain. Yang penting pilihannya adalah kembali ke Sang Khalik sebagai seorang pemenang. Gak malu-maluin yang “nyiptain”, gitu lho! Orang Sunda bilang: “Tong Ngerakeun”.

Lalu, setelah sadar bahwa aku dilahirkan untuk menjadi Pemenang, berarti aku sekarang harus bangun dari biusnya si tidur. Oke, setelah bangun bukankah diperlukan kekuatan, diperlukan keberanian, diperlukan…? Ya,…


2. Memang diperlukan keberanian untuk melangkah maju ke depan. Namun, bagaimana berani kalau aku tetap diam di tempat?

Betul juga ya. Baiklah aku segera berdiri dan mulai melangkah. Langkah pertama, langkah kedua dan langkah ketiga, tapi oh..oh.. lihat apa yang ada di

depan jalan. Ah, kayaknya agak mendung, agak redup, agak berkelok, agak licin. Ehm, bisa-bisa terpeleset, tergelincir, bahkan terpental saat di

perjalanan? Ya, bisa saja. Namun, aku yakin akan pesan nenekku…


3. Daripada hanya berdiam diri… Melangkah dan mungkin tergelincir adalah pilihan yang jauh lebih baik! Ada banyak pelajaran di sana…

Masak sih? Apakah benar dengan tergelincir aku malahan belajar? Betul, bila aku bisa merasakan sakitnya tergelincir, maka pasti aku akan menghindari

berbuat kesalahan yang sama. Akupun akan mencari ide-ide lain yang lebih baik, lebih tepat guna, lebih kreatif, lebih produktif dan sebagainya.

Kesalahan yang terbesar adalah aku tidak pernah melakukan sesuatu, bahkan mencobanyapun “gak” pernah, malah pikiran aku sering “merancang” imajinasi rasa sakit yang belum tentu terjadi dari sebuah kesalahan atau kekeliruan di masa mendatang. Astaga, ngeri sekali bukan? Karena aku merancang ketakutan, maka seringkali aku hanya berdiam diri. Namun aku sebenarnya percaya bahwa… (baca kalimat berikut ini dengan sangat keras!!!)


4. Orang yang berani bangkit dan belajar dari kegagalan adalah PEMENANG SEJATI!

Huh, lumayan kalimat motivasi ini ya. Cukup kuat dampaknya untuk membangkitkan semangat paling dalam dari diriku. Di dunia ini banyak sekali cerita orang yang pernah mengalami kegagalan dan setelah itu tidak ada lagi ceritanya. Apakah aku mau seperti mereka? Habis terbit, kena awan gelap dan menghilang tanpa bekas? Gone with the wind…

Ah, aku kan bisa punya pilihan lain. Aku ingin jadi pemenang atas diriku sendiri. Cerita kehidupan yang hanya bisa dibagikan adalah cerita

kebangkitan, bukan cerita kegagalan. Wah, jika aku tidak pernah bangkit, maka habislah pula cerita hidupku. Percuma dong aku dilahirkan. Baik,

baiklah dan baiklah! Sekarang aku tanamkan dalam benak aku bahwa aku HARUS bangkit, kapanpun saat aku mengalami apa yang disebut orang lain adalah kegagalan. Karena aku yakin dan percaya bahwa…


5. Apa pun SAYA BISA jika saya mau!

Kuncinya adalah kemauan, bukan kemampuan. Orang yang memiliki kemampuan, jika tidak ada kemauan, bagaikan mayat hidup yang tidak tahu mau kemana. Gak bedanya dengan hidup luntang lantung, gak ada tenaga, gak ada semangat, gak ada spirit, gak nafsu deh hidup kayak gitu. Hidup ini adalah pilihan, kok. Aku bisa memilih sedih (hening 3 detik) , aku bisa memilih senang (hening 2 detik). Aku bisa memilih marah (hening 1 detik) dan aku bisa memilih tenaaang. Nah, jika…


6. Hidup ini adalah pilihan. Aku memilih menjadi orang yang bahagia ….


Aku tahu memang sebuah pilihan yang tidaklah mudah, namun aku harus mulai belajar berani memilih dan memutuskan kemana arah hidupku. Apa pilihan

hidupku? Akulah yang harus menentukan arah jalan hidupku. Akulah yang menentukan titiknya… Besar titiknya… Warna titiknya… Bunyi titiknya… Rasa titiknya… Sinar titiknya… Sinar biasa atau sinar sebuah BERLIAN? Kecil bentuknya (tahan nafas sebentar, lalu katakan dengan keyakinan kuat), namun silau sinarnya. Kekuatan silau sinar berlianlah yang membuat aku tidak mungkin kehilangan arah. Walau disekitarku kadang mendung, kadang redup, kadang gelap. Karena…


7. Semakin aku fokus pada impianku. Semakin cepat aku mencapai impianku.

Fokus menghasilkan energi yang besar, bahkan semakin lama semakin dahsyat. Fokus membuatku bersemangat, berenergi, berkeringat, tetap panas karena membantu aku untuk selalu bergerak. Bergerak melangkah, bergerak lari, bergerak ke arah silau sinar berlian yang memimpinku. Karena fokus, maka apapun situasi disekitarku, tidak akan membuatku terganggu. Jalan yang berkelokpun, kujalani…. Jalan macetpun, kunikmati… Jalan berbatupun, kelewati… Jalan terhalangpun, kulampaui… Karena arah fokusku jelas, arah menuju sinar berlian, sinar tujuan hidupku… Silau namun indah. Maka, aku tidak akan pernah menunggu situasi. Dan sebaiknya…


8. Berhentilah menunggu kondisi membaik. LAKUKAN SESUATU agar kondisi membaik.


Itulah motto hidupku. Banyak hal diluar jangkauan kemampuanku, keadaan alam semesta, keadaan negara, keadaan masyarakat dimana aku berada. Buat apa aku fokus pada sesuatu diluar kendaliku. Lebih baik aku fokus pada sesuatu yang bisa aku kendalikan, bukan? Sesuatu yang bisa aku jangkau, sesuatu yang bisa aku buat lebih baik. Jadi aku pikir, sebaiknya aku fokus saja pada karya. Ya, berkarya, berkarya dan berkarya…

Sekarang setelah aku sadar, aku bangun, aku bangkit dan aku berkarya, aku fokus pada karyaku, maka selanjutnya…


9. Aku bekerja dengan sungguh-sungguh. Aku berdoa dengan sungguh-sungguh.


Selanjutnya, biarlah Tuhan yang menentukan. (Florence Griffit Joyner)

(Sekarang katakan dalam hati dengan rasa keyakinan yang kuat) BENDERA SUDAH DIKIBARKAN.

(lebih perkuat lagi rasa keyakinan Anda) MAKA KIBARKANLAH SETINGGI MUNGKIN.

(tingkatkan rasa keyakinan Anda sekuat-kuatnya) KIBARKANLAH BENDERA KEMENANGAN KEPADA KEHIDUPAN.

KEHIDUPAN YANG BERHIKMAH.